Sejarah Penggunaan Sianida
Sianida merupakan bahan kimia beracun yang sangat mematikan. Sejarah penggunaan sianida di dalam kehidupan manusia sudah ada sejak tahunan silam. Bahkan pada saat perang dunia pertama, manusia sudah menggunakan sianida didalam keperluan perang. Efek yang ditimbulkan oleh sianida sangat cepat dan dapat mampu mengakibatkan kematian dalam jangka waktu beberapa saat. Di pasaran, sianida dalam bentuk cair dikenal sebagai asam prussit dan asam hidrosianik. Hidrogen sianida memiliki rumus kimia HCN dan merupakan cairan tidak berwarna atau dapat juga berwarna biru pucat pada suhu kamar. Sianida bersifat volatile dan mudah terbakar. Hidrogen sianida dapat berdifusi baik dengan udara dan bahan peledak. Hidrogen sianida sangat mudah bercampur dengan air (mudah larut). Sianida dalam bentuk padat/solid dalam senyawa Sodium Sianida(NaCN) dan Kalium Sianida (KCN). Senyawa tersebut sangat reaktif dan mudah sekali larut dalam air. Ketika larut dalam air maka akan terjadi reaksi sbb :
KCN + H2O ---------> HCN + K2O
NaCN + H2O ----------> HCN + Na2O
Penggunaan Sianida di dalam menangkap ikan.
Penggunaan sianida untuk menangkap ikan karang hidup masih banyak dijumpai di antara masyarakat tradisional. Perilaku ini merupakan salah satu perilaku ancaman masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Konsentrasi sianida yang terlarut dalam air yang dimasukkan ke dalam botol minuman kemasan (masyarakat biasanya menggunakannya dengan cara seperti itu) digunakan untuk tidak membunuh, tetapi hanya untuk menenagkan ikan target sehingga mudah untuk ditangkap. Sebagian besar, penangkapan ikan menggunakan sianida pada masyarakat tradisional, penyelam menggunakan "hookah" kompresor dan selang untuk memasok udara. Seorang penyelam pada selang "hookah"-kompresor akan turun dengan kedalaman 10-40 meter. Setelah melihat ikan target, penyelam akan mengejar ikan yang lari ke celah terumbu karang dan kemudian menyemprotkan sianida dari botol plastik ke celah terumbu karang. Karena menghisap air yang mengandung sianida, ikan menjadi lemas, keluar dari celah terumbu karang dan mudah ditangkap. Efek samping yang ditimbulkan adalah kematian terumbu karang akibat dari sianida. Karang yang terkena sianida akan memutih dan akhirnya mati. Kerusakan ini akan berdampak luas sepanjang sianida hanyut terbawa arus laut. Bagi kesehatan, sianida akan menempel pada jaringan lemak pada ikan (sangat mudah) dan ikan yang ditangkap dengan sianida dan dikonsumsi oleh manusia tentunya secara tidak langsung akan membawa sianida ke dalam tubuh manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar